Fanfic
Genre : Romance and Fantasy
Untitled love story
Laut biru
yang luas biasanya selalu nampak indah dan menakjubkan. Tapi tidak untuk kali
ini.
“Anginnya
tiba-tiba berubah” teriak Nami
“Akan ada
badai, Franky, putar kemudi.” Perkataan Nami mengejutkan semua kru kapal. Semua
berdiri memandang kedepan, dan benar memang ada badai. Ada putaran air raksasa
yang tinggi mengarah ke kapal mereka. Franky sibuk memutar kapal, dibantu oleh
usop. Mereka berusaha sekuat tenaga tapi terlambat, putaran air itu terlalu
cepat. Kapal mereka tersapu badai.
~~~~~~
Nami
membuka matanya perlahan. Ada pusing yang teramat sangat dirasakannya. Setelah
dia benar-benar sadar. Nami benar-benar terkejut. Sekarang dia berada di tempat
yang sangat asing baginya. Disebuah rumah yang sangat modern. Sangat mewah. Dan
dilihatnya seseorang yang juga sangat asing dimatanya.
“Dimana
aku?” Tanya Nami dengan wajah bingung.
“Sudahlah,
ayo minum dulu, mumpung masih hangat.” Seorang ibu-ibu berpakaian peri
membawakan minuman untuk Nami.
“Dimana ini
bu?” Nami mengulangi pertanyaannya.
“Minumlah,
dan istirahat dulu.” Ibu itu juga mengulangi jawabannya. Lalu berjalan keluar
kamar dimana tempat Nami berada saat itu.
Nami merasa
sangat heran dengan semua yang sekejap berubah. Tempat yang aneh, dan
orang-orang asing yang tak pernah ditemuinya sebelumnya. Nami mulai mencoba
berjalan. Kepalanya masih terasa pusing. Perlahan ia berjalan keluar kamar
dengan pikiran yang semakin bertanya-tanya. Dimana aku sekarang? Apa yang
terjadi? Dimana Luffy, Zorro, Usop dan yang lain?
Setelah
berjalan cukup jauh dan menuruni beberapa tangga. Sampailah dia disebuah pintu
besar. Pintu keluar dari rumah mewah itu. Perlahan Nami membuka pintu dengan
perasaan sedikit takut.Dia berjalan ke luar rumah. Dilihatnya lingkungan di
sekelilingnya. Dia semakin kebingungan. Nami tidak tahu harus kemana dia
sekarang.
“Tak, tak…”
terdengar suara derap langkah kaki dari belakang Nami. Nami segera menoleh
kebelakang, berharap itu adalah orang
yang dikenalnya. Tapi, betapa terkejutnya dia. Dibelakang nya ada sesosok
makhluk aneh yang bertanduk. Karena Nami terkejut dan makhluk itu sudah sangat
dekat dengannya. Maka spontan Nami berlari sambil berteriak keras.
“Aaaa….
Tolong..”
“Buk!”
“Awww.”
Karena sangat terkejut, takut dan bingung, ditambah kepalanya yang masih pusing
Nami tidak memperhatikan langkahnya. Nami menabrak seseorang.
Nami
mengira yang ditabraknya sama dengan yang dilihatnya tadi. Nami takut untuk melihat orang yang ditabraknya.
Tapi dia penasaran. Dia pun mencoba melihat wajah orang yang ditabraknya.
Ternyata dugaannya salah. Seseorang yang ditabraknya itu adalah seorang pria
keren dan tampan.
“Kamu
kenapa?” Tanya pria yang memiliki nama Leo itu.
“A..a. anu,
disana ada makhluk aneh .” jawab Nami terbata-bata sambil menunjuk ke tempat dia melihat makhluk bertanduk itu
tadi. Terlihat makhluk itu berjalan mendekat.
“Oh itu.
Jangan takut, dia baik kok.” Kata Leo
“Emmm..”
terlihat wajah Nami masih kurang yakin.
“Namanya
Taurus. Dia salah satu temanku.” Ucap Leo lagi setelah Taurus sudah sangat
dekat dari mereka.
“Maaf
mengagetkanmu.” kata Taurus yang menghampiri Nami.
“Iya, nggak
apa-apa. Aku Cuma kaget.” Nami mulai tenang sekarang.
“Oh iya,
sepertinya aku baru pertama kali melihatmu disini.” Leo mulai penasaran.
“Iya, aku
juga tidak tahu kenapa aku bisa berada disini. Aku dan teman-temanku sedang
berlayar dan tiba-tiba ada badai hebat. Kapal kami masuk kedalam putaran air.
Setelah itu aku tak tau apa yang terjadi. Setelah aku sadar, aku sudah berada
ditempat aneh ini.” Nami menjelaskan panjang lebar. Tiba-tiba seorang wanita
muncul dari bawah tanah. Nami sedikit kaget dengan hal itu.
“Aku
menemukannya disebelah timur. Dia terbaring dengan basah kuyup. Sepertinya dia
manusia yang terlempar kedunia kita lewat fortal yang terbuka gara-gara badai.”
Wanita itu menjelaskan semuanya pada leo. Leo mengerti. Namun Nami masih
bingung.
Leo
manggut-manggut lalu berkata “Oh begitu, oh iya perkenalkan dulu aku Leo, ini
Virgo dan itu Taurus.”
“Aku Nami.”
Jawab Nami singkat.
“Nami, kamu
terlempar kedunia yang berbeda. Tapi tenang saja, kami akan membantumu untuk keluar.” Kata Leo.
“Dunia yang
berbeda?” Nami masih kurang paham
“Iya. Kami
ini bukan manusia, kami roh langit.” Virgo menambahkan.
“Kita akan
mencari cara bagaimana kamu bisa kembali.” Ucap Leo sambil berpikir.
~~~~~~
Setelah itu
mereka mulai mencari cara untuk mengembalikan Nami kedunianya. Setiap hari Leo
mendampingi Nami. Setiap hari pula mereka berjalan-jalan di sekeliling dunia
roh langit. Banyak hal-hal baru yang Nami temui. Yang membuatnya bingung, heran
dan seringkali terkagum-kagum. Nami mulai menikmati dan menyukai dunia itu.
“Ternyata
dunia ini tak seburuk yang kupikirkan.” Ucap Nami dengan senyum lebar.
“Benarkah?”
Leo memandang Nami. Nami pun memandang Leo. Mereka bertatapan cukup lama.
Mereka menyelami pikiran masing-masing. Ada perasaan aneh yang mulai hadir di
hati mereka masing-masing. Nami mulai terbiasa dan menyukai dunia roh. Leo pun
merasa nyaman dan terbiasa dengan kehadiran Nami. Mereka melupakan rencana awal
mereka untuk mencari cara agar Nami bisa keluar. Leo dan Nami benar-benar menikmati kebersamaan mereka.
Di suatu senja mereka duduk di segumpal awan putih sambil
berbincang. Ditengah perbincangan seru
mereka, tiba-tiba Nami memegang kepalanya.
“ Aduh!”
seketika Nami merasakan sakit dikepalanya.
“Kamu
kenapa? Kamu sakit Nami?” Leo khawatir
“Kepalaku
agak sakit. Tapi bukan masalah kok.” Jawab Nami dengan senyum yang seakan
dipaksakan.
“Aduh…”
kata Nami lagi. Sekarang ia memegangi tangannya.
“Nami, kamu
kenapa? Apa yang sakit?” Leo panik. Dia semakin khawatir. Namun tak sempat Nami
menjawab , Virgo muncul dengan muka aneh.
“Ada apa?”
Tanya Leo kepada Virgo. Sepertinya Leo bisa membaca ada masalah dari mimik
wajah Virgo.
“Gawat, aku
mendapat informasi. Nami harus segera pulang ke dunia asalnya. Dia tak akan
mampu bertahan hidup di dunia kita. Kalau dia berada lebih seratus hari berada
didunia kita. Nami akan mati. “ ucap Virgo yang kemudian memandang Nami yang
kesakitan.
“Apa?” Leo
terkejut. Segera dia menoleh kearah Nami yang kesakitan. Leo tau itu adalah
efek karna sudah lama berada disini. Leo baru saja mengingat hal ini. Dulu dia
pernah hampir menghilang didunia manusia, dan juga sebaliknya, manusia juga
tidak akan bisa bertahan lama diduia roh.
“Leo..”
Nami memecahkan lamunan Leo.
“Yeah,
memang seharusnya kamu pulang.” Leo menatap tajam kemata Nami
“Tapi….”
“Kamu
dengar sendiri kan kata Virgo, kamu tidak bisa lama disini. Itu kamu kesakitan
kan? Kamu akan menyakiti dirimu sendiri jika terus berlama-lama disini. Nami,
kamu tidak bisa tinggal disini.” Sebenarnya Leo mengatakan itu dengan sangat
berat hati. Nami hanya terdiam dengan
wajah kecewa. Dia memang merasakan sakit disekujur tubuhnya. Tapi entah kenapa
dia merasa lebih sakit jika harus keluar dari dunia itu, dan harus berpisah
dengan Leo. Begitu pula dengan Leo. Dia tidak rela harus berpisah selamanya
dengan Nami. Tapi Leo juga tak akan pernah tega melihat Nami kesakitan. Mereka berdua saling mencintai, tapi mereka
sama-sama tidak mengungkapkan perasaan mereka.
“Sebaiknya
aku cara dengan cepat.” Leo mulai berpikir.
“Bagaimana
kalau aku kembali lewat tempat asal aku bisa masuk kesini.” Saran Nami
“Tidak
bisa, fortal itu terbuka karena badai, dan sekarang mngkin sudah tertutup.” Leo
menjelaskan
“Benar,
saat aku menemukanmu, gerbangnya sudah
sangat kecil.” Virgo menambahkan.
“Lalu
bagaimana membuka gerbangnya kembali?”
“Hanya
Raja..” perkataan Leo terhenti karena ia menyadari sesuatu.
“Iya Raja,
kita harus menemui Raja.”lanjut leo.
“Tapi hari
ini Raja sepertinya sedang sibuk.” Kata Virgo. Virgo tahu karena dia sering
melayani Raja.
“Oke, kita
temui besok.” Leo sedikit bersemangat.
“Aghh..”
sepertinya Nami masih menahan sakit.
~~~~~~
Keesokan harinya
sampailah mereka diistana sang Raja.
“Maaf
mengganggumu yang mulia.” Leo memulai percakapan ketika mereka telah berada di
hadapan Raja.
“Ada apa
nak, sehingga kau menemuiku?”
“Aku ingin
meminta bantuan dengan yang mulia.”
“Hmmm..
bicaralah.” Raja menatap serius kearah Leo dan yang lainnya.
“Seorang
manusia terlempar kedunia ini. Jalan untuk ke dunia kita terbuka karena badai,
dan sekarang diaterjebak didunia ini. Sudikah yang mulia membukakan gerbang
keluar untuknya?” Leo menjelaskan tujuannya dengan sangat sopan. Lalu menatap kearah Nami yang berada
disebelahnya, seakan member isyarat kepada Raja bahwa manusia itu ada
disebelahnya.
“Baiklah,
aku akan membantunya. Tapi setelah ia keluar dari dunia kita. Dia akan lupa
dengan semua yang terjadi di dunia ini.” Raja roh memberi tahu seakan dia
mengetahui perasaan hati Leo yang menyukai Nami. Leo melamun sejenak. Dia berpikir betapa
sakitnya jika Nami akan melupakannya. Begitu pula dengan Nami, ia bungkam seribu
bahasa setelah mendengar ucapan Raja. Ada sakit yang tiba-tiba menyerang
hatinya.
~~~~~~
Malam ini
raja sudah memutuskan untuk membantu membukakan gerbang fortal untuk Nami.
Mereka hanya mempunyai waktu beberapa
jam lagi untuk bersama. Nami dan Leo duduk ditempat yang memang sering sekali didatangi
mereka sekaligus sebagai tempat kesukaan mereka berdua. Nami melamun, dia
menerawang, pandangannya datar. Entah apa yang sedang dilihatnya, tapi jelas
pikirannya tidak disitu. Sunyi.. tak ada kerianagan dan canda tawa lagi seperti
biasanya. Entah mengapa sekarang bagi mereka untuk mengucapkan satu katapun
begitu susah. Bahkan mereka sama sekali tidak saling bertatapan.
Hari mulai
senja , mereka tetap tak bergeming. Ada beban berat yang masing-masing mereka
dapatkan.
“Shhh..”
name tak kuasa lagi menahan sedihnya, dia mulai meneteskan air mata. Jelas
terlihat ada sedih mendalam dari raut wajahnya.
“Nami,
kenapa kamu menangis?” mata Leo mulai berkaca-kaca. Sungguh Leo berusaha sekuat
tenaga menahan sedihnya.
“Akuu…
aku..” Nami berucap di tengah isak tangisnya.
“Kenapa
kamu menangs Nami? Harusnya kamu senang karena Raja bersedia menolongmu.” Leo
berpura-pura tak mengerti yang dirasakan Nami.
“Kamu tidak
mengerti Leo. Aku…” tangisnya semakin menjadi.
“Oke, aku
mengerti Nami. Kamu menyukai ku kan? Dan aku juga menyukaimu, lebih dari itu,
aku mencintaimu. Aku menikmati hari-haribersamamu.” Leo akhirnya mengungkapkan
perasaannya.
“Aku juga
mencintaimu Leo. Tolong.. aku tidak ingin pergi dari dunia ini.”
“Tidak
Nami. Dengarkan aku, apapun yang kamu
pilih, kita pasti terpisah. Tak ada alas an atau cara apapun untuk kita bisa
bersama.”
Sambil
menggeleng-gelengkan kepala Nami berkata“Leo.. hari-hari bersamamu sangat
berarti bagiku. Aku tak rela jika harus melupakan itu.”
“Akupun tak
rela kau lupakan, berat bagiku untuk melepasmu. Tapi aku berjanji, aku disini
akan selalu mengingatmu dan berusaha menemuimu di dunia yang bagaimanapun.
Cinta itu tidak harus saling dekat.” Leo
menatap ke dalam mata Nami sambil menggenggam erat tangannya.
“Hikss..
aku mencintaimu Leo.” Nami terus menangis dan hanya bisa mengatakan itu, karena
diapun sadar bahwa dia harus pergi. Nami bersandar dibahu Leo.
“Jika aku
pergi nanti, ingat aku selalu ya.” Pinta Nami
“Pasti,
jangan khawatirkan itu. Nami, sungguh aku tak tau bagaimana hidupku setelah kau
pergi nanti.” Perlahan bulir-bulir air keluar dari mata Leo.
~~~~~~
Waktu untuk
berpisah tiba. Fortal sudah terbuka lebar. Nami berdiri di ambang fortal itu. Disampingnya ada sang raja, Leo,
dan Virgo. Nami sudah berterimakasih
kepada Raja, dan juga sudah mengucapkan selamat berpisah kepada Virgo. Sekarang
giliran Leo.
Dengan mata
berkaca-kaca Nami berkata “Aku pergi, aku sangat bahagia pernah mengenalmu. Aku
bahagia pernah bisa menemukanmu dihati dan pikiranku. Selamat tinggal Leo.
Ingat janjimu untuk selalu mengingatku. Tapi, jika mengingatku membuatmu sakit,
aku mohon, lupakanlah aku.”
“Tidak
akan! Aku akan selalu mengingatmu, tak akan kubiarkan kamu hilang dari
pikiranku.” Leo berusaha meyakinkan.
“Sudah
saatnya. Ayo Nami.” Perintah Raja.
~~~~~~
Sekejap
Nami seperti tertidur, setelah membuka mata Nami terkejut, dia sudah berdiri
diatas kapal yang tak asing lagi
baginya. Di depannya banyak orang-orang
yang sangat dikenalnya tercengang menatapnya.
“Nami-chan…”
teriak Sanji dengan mata nya yang seketika berubah menjadi love love merah.
“Nami apa
yang terjadi padamu?” Tanya Luffy dengan nada bingung.
“A.. anu..”
perkataan Nami dipotong oleh Robin.
“Biarkan
dia istirahat dulu. Chopper periksa kesehatannya.” Ucap Robin
“Baiklah.”
Jawab Chopper.
~~~~~~
Sementara
itu di dunia roh.
“Sudahlah.
Aku mengerti perasaanmu. Tapi kalian memang tidak mungkin bisa menyatu.
Lupakanlah.” ucap Virgo menasehati Leo yang terlihat begitu sedih.
“Tidak
Virgo, aku tidak akan bisa melupakannya . aku merasakan sesuatu yang lain. Aku
merasa kami bisa menyatu.”
Virgo lalu memutuskan untuk diam. Dia bisa merasakan bahwa cinta
mereka berdua benar-benar besar.
~~~~~~
“Dia tidak
kenapa-napa.” Chopper memberitahukan keadaan Nami kepada yang lain.
“Sebenarnya
apa yang terjadi padanya?” Tanya Zorro
“Aku sangat
khawatir, dia seperi orang aneh.” Kata Luffy.
“Biarkan
dia istirahat dulu.” Robin juga khawatir.
Mata Nami
memang terpejam tapi telinga Nami mendengar semunya. Di dalam hati Nami berkata
“Apa yang terjadi padaku? Apa kejadian
kemarin hanya mimpi? Oh, tidak, itu bukan mimpi . Aku bisa dengan jelas
mengingat masa-masa di dunia roh bersama Leo. Tapi kenapa? Seharusnya aku lupa
dengan semua itu, seperti yang dikatakan oleh Raja roh. Kenapa bisa seperti
ini?” Nami bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
Disisi
lain, di dunia yang berbeda Leo sedang duduk melamun.
“Dia akan
lupa denganku, lupa dengan masa-masa denganku, dan parahnya dia akan melupakan
rasa cintanya. Apa aku juga harus melupakannya?” Leo juga bertanya-tanya pada
dirinya sendiri. Tiba-tiba Nami membuka mata dan segera berdiri,
ditengadahkannya kepalanya keatas menatap langit, seperti ada yang
memanggilnya. Leo tiba-tiba juga berdiri seperti ada perasaan kuat yang
menyuruhnya berdiri.
“Tidak, aku
tidak akan melupakanmu, dan suatu hari nanti kita pasti akan bertemu.” ucap
Virgo dengan pasti.
“Leo, aku
bisa mengingatmu. Aku yakin ini pertanda kita bisa bertemu lagi.” Ucap Nami
seakan-akan kata-katanya bisa didengar oleh Leo.
The End
Hai para pembaca… terimakasih telah
meluangkan waktu untuk membaca fanfic sederhana kami ini. Mohon maaf jika ada penulisan kata-kata yang
salah dan kekurangan-kekurangan yang lain. Kami minta komentar kalian teman-teman. Menurut kalian apa kekurangan
dan kelebihan fanfic kami ini? Dan apa kalian mau ada sambungan dari cerita ini
atau kalian sudah cukup puas dengan akhir cerita seperti ini? Tolong berikan
komentarnya. Kelanjutan fanfic ini sangat tergantung dari komentar kalian
semua. Terimakasih ^_^
This fanfic was
written by
Echa Hairuen Niysa
Facebook : Echa Hairuen Niysa
Twitter : @eychea
And
Ilmi Dragneel
Facebook : Ilmi Dragneel
Twitter : @Ilmi_dragneel
Tokoh-tokoh di fanfic
kami :
1. Leo
2. Nami
3. Virgo
4. Taurus
5. Luffy
6.Robbin
7. Zorro
8. Chopper
9.Usop
10. Franky











